5 Bahaya Kesehatan di Balik Kolam Renang yang Tidak Terawat, Jangan Diabaikan!

Bahaya Kesehatan di Balik Kolam Renang yang Tidak Terawat

Kolam renang yang terlihat keruh, berlumut, atau berbau menyengat memang mengganggu kenyamanan. Namun, masalah kolam renang tidak terawat juga dapat meningkatkan risiko paparan kuman dan iritan bagi perenang. CDC mencatat penyakit terkait aktivitas berenang dapat berupa diare, ruam kulit, swimmer’s ear, gangguan pernapasan, hingga iritasi mata.

Mengapa Kolam Renang yang Tidak Terawat Bisa Berisiko?

Kualitas air kolam bergantung pada beberapa sistem yang bekerja bersama. Sanitasi, pH, filtrasi, dan kebersihan area kolam perlu dikendalikan agar air tetap layak digunakan. CDC menyebut klorin dan pH sebagai pertahanan utama terhadap kuman penyebab penyakit terkait aktivitas berenang.

Di Indonesia, Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan pH media air kolam renang pada kisaran 7,0–7,8 ketika menggunakan klorin. Sisa klor bebas untuk kolam biasa ditetapkan 1–1,5 mg/L, dengan pemeriksaan parameter tersebut minimal tiga kali sehari.

Jika parameter tersebut tidak terkontrol, kemampuan sistem dalam mengendalikan kontaminan dapat ikut menurun. Karena itu, masalah kesehatan sebaiknya dipandang sebagai salah satu alasan mengapa perawatan kolam perlu dilakukan secara rutin.

5 Bahaya Kesehatan dari Kolam Renang Tidak Terawat

Risikonya tidak selalu langsung terlihat. Bahkan air yang tampak bersih masih dapat mengandung mikroorganisme tertentu jika pengelolaan kualitas air tidak berjalan dengan baik.

Cara Menjernihkan Kolam Renang Berwarna Hijau yang Paling Praktis

1. Risiko Penyakit Diare

Pertama, diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum berkaitan dengan aktivitas berenang. Kuman seperti Cryptosporidium, Giardia, Shigella, dan E. coli dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi kotoran. Bahkan menelan sedikit air yang mengandung kuman dapat menyebabkan paparan.

Yang menarik, klorin tidak membunuh semua kuman dengan kecepatan yang sama. CDC mencatat Cryptosporidium dapat bertahan lebih dari 7 hari dalam air yang sudah diklorinasi dengan benar.

2. Iritasi Mata dan Kulit

Mata merah atau kulit terasa gatal setelah berenang tidak selalu berarti klorin terlalu banyak. Klorin dapat bereaksi dengan keringat, kotoran, urine, dan bahan organik lain sehingga membentuk chloramines. Senyawa ini dapat mengiritasi mata dan kulit.

Karena itu, bau kimia yang sangat menyengat juga sebaiknya tidak dianggap sebagai tanda bahwa kolam sudah sangat bersih. Pada kondisi tertentu, bau tersebut justru berkaitan dengan keberadaan chloramines.

3. Risiko Swimmer’s Ear

Selain itu, kelembapan yang tertinggal di saluran telinga setelah berenang dapat mendukung pertumbuhan kuman dan berkontribusi pada swimmer’s ear atau infeksi telinga luar. CDC memasukkan swimmer’s ear sebagai salah satu penyakit yang berkaitan dengan aktivitas berenang.

Kondisi air yang tidak dikelola dengan baik dapat semakin memperburuk lingkungan paparan. Karena itu, menjaga kualitas air tetap baik perlu dibarengi kebiasaan mengeringkan telinga setelah berenang.

4. Iritasi Saluran Pernapasan

Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada kolam dalam ruangan. Chloramines dapat menguap ke udara dan mengiritasi saluran pernapasan, terutama jika ventilasi area kolam tidak memadai. Gejalanya dapat berupa iritasi hidung, batuk, atau mengi.

Jadi, masalah kolam tidak selalu berhenti pada kualitas air. Lingkungan udara di sekitar kolam juga dapat terpengaruh oleh pengelolaan air yang buruk.

5. Paparan Kuman dari Kontaminasi

Kotoran dan bangkai hewan merupakan beberapa sumber kontaminasi kolam. Jika kontaminasi tidak segera ditangani, kuman dapat menyebar melalui air dan meningkatkan risiko bagi pengguna berikutnya.

Inilah alasan kontaminasi tidak boleh dianggap sepele. Sistem filtrasi dan disinfeksi memang penting, tetapi pemilik tetap perlu melakukan penanganan khusus ketika terjadi insiden kontaminasi.

Kolam renang Anda lama tidak terpakai warnanya hijau dan keruh? Jangan anggap sepele. Pahami cara mengatasi kolam renang hijau untuk panduan lengkap dari tim maintenance kami.

Tanda Kolam Sudah Perlu Mendapat Perhatian

Pemilik tidak perlu menunggu ada orang yang sakit untuk menyadari bahwa kolam membutuhkan perawatan. Beberapa tanda berikut dapat menjadi peringatan awal:

Mengatasi Kolam Renang Berbusa
  • Air mulai keruh atau berubah warna.
  • Alga muncul pada dinding atau lantai.
  • Permukaan kolam terasa licin.
  • Bau kimia terasa sangat menyengat.
  • Mata atau kulit sering mengalami iritasi setelah berenang.
  • Hasil pemeriksaan pH dan klorin berada di luar kisaran yang ditetapkan.
  • Pompa atau sistem filtrasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Perlu kita ingat bersama, air yang jernih belum tentu bebas dari kuman. Karena itu, pemeriksaan parameter air tetap butuh meskipun kondisi visual kolam terlihat baik.

Baca juga: Tips Mengatur pH Kolam Renang, Mudah Coba di Rumah!

Cara Merawat Kolam Renang, Ini yang Sebaiknya Anda Ketahui

Perawatan yang konsisten menjadi cara paling praktis untuk menjaga kualitas air. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan meliputi:

1. Periksa pH dan Kadar Disinfektan

Gunakan alat ukur yang sesuai untuk memantau kondisi air secara rutin. Untuk kolam yang menggunakan klorin, Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan pH 7,0–7,8 dan sisa klor bebas 1–1,5 mg/L untuk kolam biasa.

2. Pastikan Filtrasi Berjalan Optimal

Filter membantu mengurangi kotoran dan partikel yang dapat mengganggu kualitas air. Sistem filtrasi perlu Anda rawat agar tetap bekerja dengan efektif.

3. Bersihkan Area Kolam Secara Rutin

Dinding, lantai, skimmer, dan area sekitar kolam perlu pembersihan berkala. Langkah ini membantu mengurangi penumpukan kotoran dan bahan organik.

4. Tangani Kontaminasi dengan Cepat

Jika terjadi kontaminasi seperti kotoran atau muntahan, jangan menganggap sistem filtrasi akan menyelesaikannya sendiri. Kolam perlu melalui maintenance sesuai prosedur karena beberapa kuman memiliki ketahanan tinggi terhadap klorin.

Kapan Harus Memanggil Layanan Perawatan Kolam Renang Ahli?

Perawatan profesional bisa menjadi pertimbangan ketika masalah terus berulang meskipun Anda sudah berulang kali melakukan maintenance mandiri. Contohnya, pH sulit stabil, air kembali keruh setelah filtrasi selesai, alga terus muncul, atau pompa dan filter mengalami gangguan.

Untuk pemilik kolam di Jabodetabek yang membutuhkan perawatan rutin maupun evaluasi sistem, Karya Utama Pool dapat membantu menjaga kondisi kolam berdasarkan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan. Hubungi jasa perawatan kolam renang untuk mendapatkan info lebih lanjut seputar layanan kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *