Pernahkah mata terasa perih atau air kolam tetap keruh meski sudah diberi kaporit? Kondisi tersebut sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya klorin, melainkan pH air kolam renang yang tidak seimbang.
Oleh karena itu, menjaga pH tetap ideal menjadi langkah penting agar berenang lebih nyaman sekaligus membantu sistem sanitasi bekerja optimal.
Berikut panduan praktis untuk mengukur, menaikkan, dan menurunkan pH dengan benar.
Berapa Standar pH Air Kolam Renang yang Ideal?
Secara umum, pH air kolam renangyang ideal berada pada kisaran7,2 hingga 7,6. Rentang ini dianggap paling nyaman bagi kulit dan mata sekaligus mendukung efektivitas klorin dalam menjaga air tetap bersih.
Sementara itu, Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 menetapkan kisaran pH yang diperbolehkan untuk kolam berklorin adalah 7,0 hingga 7,8.
Skala pH sendiri berada pada rentang 0 hingga 14, dengan karakteristik sebagai berikut:
- pH di bawah 7 bersifat asam.
- pH 7 bersifat netral.
- pH di atas 7 bersifat basa.
Kolam renang tidak dianjurkan berada tepat di angka 7 karena sedikit lebih basa akan membuat air terasa lebih nyaman dan membantu kinerja bahan sanitasi.
Untuk mengukur pH, Anda dapat menggunakan beberapa alat berikut.
- pH meter digital dengan hasil yang lebih akurat.
- Kertas lakmus sebagai pilihan praktis.
- Test kit tetes atau pH drop yang umum digunakan untuk perawatan kolam.
Tanda-tanda pH Air Kolam Renang Tidak Normal
Sebelum melihat hasil pengukuran, tubuh biasanya sudah memberikan tanda ketika pH air kolam renang tidak berada pada kisaran ideal. Dengan mengenali gejala sejak awal, Anda dapat segera melakukan penyesuaian sebelum masalah semakin besar.

1. Tanda pH Terlalu Rendah
Jika pH berada di bawah 7,2, air menjadi lebih asam sehingga dapat menimbulkan beberapa kondisi berikut.
- Mata terasa perih dan memerah setelah berenang.
- Kulit menjadi kering atau terasa gatal.
- Klorin cepat habis meski air masih tampak keruh.
- Komponen logam dan perlengkapan kolam lebih mudah mengalami korosi.
2. Tanda pH Terlalu Tinggi
Sebaliknya, pH di atas 7,8 membuat air menjadi terlalu basa. Dampaknya antara lain:
- Air terlihat keruh meskipun kadar klorin mencukupi.
- Muncul kerak putih pada ubin atau dinding kolam.
- Efektivitas klorin dalam membunuh bakteri menurun.
- Air terasa licin dan tampak kusam saat digunakan.
Baca juga: Waduh! Ini 5 Hal yang Membuat Air Kolam Renang Berubah Warna
Cara Menaikkan pH Air Kolam Renang
Apabila hasil pengukuran menunjukkan pH di bawah 7,2, Anda dapat menaikkannya menggunakan soda ash atau natrium karbonat secara bertahap. Hindari menambahkan bahan kimia sekaligus dalam jumlah besar agar perubahan pH tetap terkendali.

1. Ukur pH Terlebih Dahulu
Pastikan hasil pengukuran diperoleh menggunakan alat yang masih berfungsi dengan baik sehingga penyesuaian lebih tepat.
2. Hitung Volume Air Kolam
Hitung volume berdasarkan panjang, lebar, dan kedalaman rata-rata kolam. Langkah ini membantu memperkirakan kebutuhan bahan penyesuaian.
3. Tambahkan Soda Ash Secara Bertahap
Larutkan soda ash ke dalam ember berisi air terlebih dahulu, kemudian tuangkan perlahan di beberapa sisi kolam sambil pompa sirkulasi tetap menyala. Ikuti petunjuk penggunaan produk dan lakukan penambahan sedikit demi sedikit karena kebutuhan setiap kolam dapat berbeda tergantung kondisi air.
4. Ukur Kembali pH
Tunggu sekitar dua jam agar sirkulasi bekerja merata, lalu lakukan pengukuran ulang. Jika pH belum berada pada kisaran ideal, ulangi proses secara bertahap.
Untuk koreksi kecil, baking soda juga dapat digunakan. Namun, efeknya biasanya lebih lambat dibandingkan soda ash.
Cara Menurunkan pH Air Kolam Renang
Jika pH melebihi 7,8, Anda perlu menggunakan bahan yang bersifat asam, seperti asam klorida (HCl) atau natrium bisulfat. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati demi menjaga keselamatan.

1. Pastikan pH Memang Terlalu Tinggi
Lakukan pengukuran ulang agar tindakan yang diambil benar-benar diperlukan.
2. Gunakan Alat Pelindung
Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani HCl untuk mengurangi risiko terkena percikan.
3. Encerkan dengan Cara yang Benar
Masukkan HCl ke dalam ember yang telah berisi air, bukan sebaliknya. Cara ini lebih aman dan membantu mengurangi risiko reaksi yang berbahaya. Cek juga berapa takaran obat kolam renang supaya tidak sampai kelebihan dosis.
4. Tuang Secara Perlahan
Tuangkan larutan pada area kolam yang memiliki sirkulasi baik dan jauh dari saluran masuk air. Jangan mencampurkan HCl secara langsung dengan kaporit atau bahan kimia kolam lainnya.
5. Tunggu dan Periksa Ulang
Biarkan pompa bekerja dan tunggu minimal empat jam sebelum kolam digunakan kembali. Setelah itu, ukur kembali pH hingga berada pada kisaran ideal.
Apabila menginginkan pilihan yang lebih mudah disimpan, natrium bisulfat dapat menjadi alternatif karena berbentuk bubuk dan lebih praktis digunakan.
Seberapa Sering pH Kolam Renang Harus Dicek?
Frekuensi pemeriksaan pH air kolam renang bergantung pada intensitas pemakaian. Untuk kolam renang pribadi, pemeriksaan sebanyak 2 hingga 3 kali setiap minggu umumnya sudah memadai. Namun, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering pada kondisi berikut.

- Setelah hujan deras karena air hujan dapat mengubah keseimbangan pH.
- Setelah kolam digunakan banyak perenang.
- Saat cuaca sangat panas yang memengaruhi konsentrasi bahan kimia.
- Ketika air mulai tampak keruh atau muncul keluhan dari pengguna kolam.
Pemeriksaan rutin jauh lebih hemat dibandingkan memperbaiki kualitas air yang sudah telanjur bermasalah. Selain membuat aktivitas berenang tetap nyaman, perawatan yang konsisten juga membantu menjaga umur peralatan kolam.
Jika membutuhkan bantuan menyusun jadwal perawatan kolam renang yang sesuai, tim Karya Utama Pool siap membantu pemilik kolam pribadi maupun komersial di wilayah Jabodetabek agar pH air kolam renang selalu berada pada kondisi ideal.
FAQ
Apa yang terjadi jika pH kolam renang terlalu rendah?
pH di bawah 7,2 dapat menyebabkan mata perih, kulit kering, mempercepat korosi pada peralatan kolam, dan mengganggu keseimbangan air.
Apakah baking soda bisa digunakan untuk menaikkan pH kolam renang?
Bisa. Baking soda cocok untuk penyesuaian ringan, tetapi kenaikan pH umumnya lebih lambat dibandingkan soda ash.
Berapa lama setelah menambahkan bahan kimia baru boleh berenang?
Setelah penambahan soda ash, tunggu sekitar dua jam. Sementara itu, setelah menggunakan HCl, tunggu minimal empat jam dan pastikan pH sudah kembali ke kisaran ideal sebelum kolam digunakan kembali.

